Rabu, 25 Februari 2009

Kejujuran Bagi Pelajar










Wajib atas kita untuk berbuat jujur. Dalam kondisi negeri yang seperti ini, sangat diperluksn orang yang jujur dan dapat dipercaya untuk memajukan negeri ini. Pelajar merupakan aset bangsa yang sangat berharga, kemajuan suatu bangsa ada di tangan para pemudanya. Maka dari itu, biasakan berlaku jujur dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Mulai dari yang namanya bergaul sampai yang kerjain ulangan, kita harus jujur. Kejujuran itulah yang akan membukakan masa depan untuk kita dan bangsa kita. Jangan takut gagal karena kejujuran, Rosulullah telah bersabda bahwa " .... kejujuran akan membawa kebaikan untuk kita, dan kebaikan akan membawa kita ke surga....". Jadi, mulai dari sekarang mulailah dengan sebuah kejujuran untuk apa saja. Jangan sampai dengan kedustaan hidup kita terperosok dan menyengsarakan orang lain. "BUILD OUR COUNTRY AND OUR SELF WITH THE HONEST"

Rabu, 11 Februari 2009

Pambudi’s Childhood


When Pambudi in Elementary school,He looked for the fish. He went to river with his friends. They left at 7 a.m. by bicycle. Before fished they looked for the worms. Then, they went to river wich near rice field.
In the rice field the farmers planted the riceplant. Then, Pambudi prepaired the tail and gave it worm. Then, he picked his tail to the back. Suddenly , one of farmer walked behind him. When he drew up the tail, it hit the farmer’s metal cover. The farmer was angry, and he said “Ooo..the bad child,I will strike you”. Pambudi ran fastly, he didn’t she,if in front of him was river. So, he was slip and entered to river. His body was dirty and smell, because last time a buffalo took a bath at there.
He said, “Oo…help me, ican’t swim”.And the farmer said”Sorry, I can’t swim too”and he laught loudly

Kamis, 05 Februari 2009

You have This Day

http://blogmotivasionline.blogspot.com



You have this day, this moment. No one has any more or any less. Thinking that you are too old, or too young, or too much this, or too little that, is merely a deception you impose upon yourself. Focus instead on what you can do right now. This is a moment to take your most highly cherished values and put them into action. This is the day to give life to your dreams. Right now you have the opportunity to do something with this day. Right now you are in a position to express the beautiful, unique person you are. No matter what the circumstances may be, the conditions are always right for making a positive contribution in your own special way. Whatever may have happened before, this moment right now is when you can make a difference. Consider how truly fortunate you are to be here in this moment. Then get going and make something great out of that good fortune.

Rekor Jordan Terkalahkan


Pemain LA Lakers Kobe Bryant mencatat rekor baru di Madison Square Garden dengan menghasilkan 61 poin saat klubnya mengalahkan New York Knicks 126-117, Senin (2/2) waktu setempat. Kobe melampaui rekor sebelumnya yang tercatat atas nama legenda NBA, Michael Jordan dan Bernard King.
Jordan, pemain Chicago Bulls tersebut mencatat 55 poin, sementara King mencatat 60 poin pada 25 Desember 1984.
Meski tidak diperkuat Andrew Bynum yang cedera, Lakers masih mampu mengungguli tim tuan rumah dalam lanjutan Liga NBA tersebut. Paul Gasol menambahkan 31 poin dan 14 rebound. Bynum sendiri harus beristirahat selama 12 pekan karena mengalami cedera lutut.
Sementara di pihak Knicks, Al Harrington melesakkan 24 poin, David Lee menambahkan 22 poin dan pemain pengganti Wilson Chandler mencatat 20 poin.

Kunci Kebahagiaan: Cinta Akherat

From : http://mta-online.com/



Seorang pemuda putus sekolah yang sudah bertahun-tahun menggelandang pernah berpura-pura menjadi orang gila untuk mengais sisa makanan di bak sampah. Betapa senang hatinya ketika mendapatkan sepotong paha ayam yang tidak dihabiskan oleh pembelinya. Sementara itu di sebuah restoran di seberang jalan teman swekolahnya yang telah menjadi seorang pengusaha untuk mendapatkan kebahagiaan yang sama harus mengeluarkan Rp 200 ribu. Mereka merasakan kenikmatan yang sama meskipun pemuda penganggur itu tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Hari-hari dilalui oleh pemuda itu dengan perut yang lapar, namun kebahagiaan menyeruak ketika mendapatkan rejeki serupa. Sampai suatu hari dia melihat seorang pemulung mengumpulkan botol minuman dan kardus makanan. Di hari lain dia berkenalan dengan pemulung tersebut dan bertanya kemana dia menjual barang-barang itu dan berapa harganya. Pemulung setengah baya teman barunya itu memuaskan semua keingin-tahuannya dengan tulus. Mereka cepat akrab karena masing-masing merasa memiliki nasib yang sama.Pemuda luntang-lantung itu sekarang telah menjadi pengusaha kaya. Dengan mengawali usahanya sebagai seorang pemulung, kini dia telah memiliki lahan 5000 meter persegi untuk menampung barang-barang bekas yang dikumpulkan oleh banyak pemulung dan dikelola oleh 50 orang anak buahnya. Dia memiliki 12 buah truk untuk mengangkut barang dagangan ke berbagai perusahaan yang membutuhkan. Suatu hari ketika makan paha ayam di sebuah restoran dia teringat sewaktu pura-pura menjadi pemuda gila. Dia merasa pada saat itu paha ayam terasa lebih enak dari yang dikunyahnya saat ini. Dia mengkonsultasikan apa yang dialaminya kepada seorang ustadz. Ustadz tadi menjelaskan bahwa kebahagiaan itu tidak terletak pada uang atau pada paha ayam, tetapi pada hati kita masing-masing. Untuk itu mereka yang pandai mengelola hati akan mampu menghadirkan kebahagiaan setiap saat, meskipun orang lain mengatakan dia hidup dalam kemelaratan.Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa hidup di dunia ini hanyalah kesenangan yang menipu. Hidup yang sesungguhnya adalah hidup di negeri akherat. Dunia ini hanya merupakan tempat untuk menguji hamba Allah dan hasil ujiannya akan diberikan dalam kehidupan yang sesungguhnya di negeri akherat. Mereka yang mengingkari kehidupan akherat, mereka yang tidak yakin akan adanya negeri akherat, mereka yang ragu-ragu akan keberadaan hidup sesudah mati tidak akan bersungguh-sunnguh mempersiapkan kehidupan itu. Mereka akan sibuk mengumpulkan harta dunia dan sibuk menikmatinya. Berpindah makan dari satu restoran ke restoran lain, berganti pasangan dari satu wanita ke wanita yang lain. Tidak peduli halal dan haram baik dalam mencari harta maupun membelanjakannya. Sistem nilai materialistis yang tertanam di hatinya memaksanya bergaya hidup seperti seorang borjuis. Untuk bahagia dia harus mendapatkan banyak harta terserah bagaimanapun caranya. Untuk bahagia dia harus membelanjakan banyak hartanya tidak peduli halal haram.Berbeda dengan sistem nilai yang diajarkan Allah kepada kita. Kebahagiaan seorang muslim itu terletak pada harapan akan keselamatannya di akherat. Dia akan bahagia bila dapat beramal dengan amalan yang dapat menyelamatkan dia dari siksa api neraka. Dia akan bahagia bila dapat beramal dengan amalan yang diridhoi oleh Dzat yang dicintainya yakni Allah yang mengusai sorga dan neraka. Ketika dia dapat bersedekah dengan hartanya dia bahagia karena yakin pahalanya akan berlipat ganda. Ketika dia mampu menyantuni anak yatim dia bahagia karena Rasulullah saw menjanjikan kedekatan dengan orang yang memelihara anak yatim kelak di sorga. Ketika menyingkirkan batu dari jalan, ketika tersenyum kepada saudaranya, dan ketika dia berdzikir kepada Allah ada kebahagiaan menyeruak di dalam hati karena dia tahu bahwa semua itu menambah timbangan amal yang dikumpulkannya untuk ditukar dengan sorga. Subhanallah, betapa bedanya orang yang yakin kepada kehidupan akherat dengan orang yang tidak meyakininya. Mereka yang tidak yakin kepada kehidupan akherat akan mengejar kebahagiaan dan kepuasan hawa nafsu dengan berbagai aktivitas yang melelahkan jiwanya. Sedang mereka yang yakin kepada kehidupan akherat akan dikejar oleh kebahagiaan itu dimana saja dia berada. Alhamdulillah, kebahagiaan itu senantiasa akan mengikutinya kemana saja dia melangkah. La ilaha illallah, tidak ada Tuhan selain Allah yang mampu memberikan kebahagiaan dengan mekanisme seperti itu. Allahu akbar, betapa besarnya karunia Allah yang berupa iman kepada hari akhir yang ditanamkan di dalam hati semua orang beriman. Pantas kalau dirinya senantiasa hidup bahagia meskipun dalam kemelaratan. Pantas kalau jiwanya tetap tenang dan damai meskipun harus menghadapi permusuhan dan penghianatan. Pantas kalau senyumnya senantiasa merekah meski kepada musuhnya yang paling kejam. Pantas kalau dia tampak tetap kokoh tegak berdiri meskipun diterpa berbagai goncangan. Dia sadar bahwa orang beriman yang akan menolongnya, sedang orang munafik akan memusuhinya. Hanya Allah yang dapat membuatnya susah, hanya Allah yang dapat menghentikan dia melangkah, hanya kepada Allah dia berkeluh kesah, hanya kepada Allah dia pasrah, dan hanya kepada-Nya dia menghadapkan wajah. (Air mataku berlinang ketika menuliskan ini-pen)From : http://mta-online.com/

Rabu, 04 Februari 2009

A SECRET OF FINANCIAL MANAGEMENT

From IndoExchange.com
A huge earning is usually considered for measuring the wealth of someone. However, why do so many people with huge income frequently end up running out of money in the middle or at the end of the month? What is the problem?
If you have a job now, do you remember the first one you ever had? Usually, the first experience on work is the most unforgettable experience.
Let's take an example. Anto was still living with his family until he got a job at the age of 23, as a clerk in a trading company. At that time, he had just graduated. Although he had to go through a probationary period, Anto was so excited when he knew that he would get his first salary. His salary was Rp 600,000, which he would receive on the 27th.
We can guess what he would want to do: he wanted to treat his family. He wanted to express his gratitude for getting a salary for the first time in his life, and he also wanted to show them that he was independent now.
Let's see: he received the salary on the 27th. On the 29th he took his family out for a meal in an all-you-can-eat restaurant, so each of them could satisfy their appetite. The pre-tax cost for one person was Rp 22,000, and after tax was Rp 24,200 per person. All of his family members were 7, consisting of his father, mother, one big brother and 3 annoying younger brothers. All was 6, plus Anto made it 7. It means that he had to pay the dinner bill of Rp 169,400. Which means, only 2 days after he received his salary, he had already spent 28% out of his salary for that month. So, he had only Rp 430,600 left for the rest of the month.
"No problem", thought Anto. "It's my own family that I treated, not other people. Besides, it's not every day I do that. Once a month is enough." Days went by. One week, 2 weeks, 3 weeks. "Hmm…that stuff in the mall looks pretty good. There is a very interesting looking shirt. Okay, it costs Rp 28,000. There's also this nice pair of trousers to wear for work. Very cheap, costs only Rp 65,000. It won't hurt to look stylish at the office". He then started buying things. "Okay", Anto thought, "one shirt and a pair of pants for this month. The rest of my salary would be used for transportation and food until the end of the month" .
What happened? On the 24th of the next month, just three days before his second-month payday, he had only Rp 50,000 left.
Anto started thinking. Okay...., such was because he spent most of his money to treat his family. Also this was his first time working. Within the coming months, his finance would be better.
The second month, he got his salary again. Still in the same amount. No raise yet. The difference was no more treating the family. Days and weeks went by. A few days before his third salary, he only had Rp 75,000 left.
Three months passed by, he was finally accepted as permanent employee. He got a Rp 150,000 raise to Rp 750,000. "Not bad", Anto thought. This meant that I would be able to "breath" and save a little. But strangely, a few days before even one month period ended, his still had only little money left. The sixth month, the seventh month, the eight month, although he got a raise, but he still ran out of money and could not put any into savings.
As a matter of fact, Anto is not the only one, whose income is under Rp 1m, with this problem. Even people with millions per month income still have trouble saving money.
What is really happening? Many people think that by getting a raise, they will not run out of money in the middle of the month and they can save for sure. Every month they hope that they will get a raise the next months. But after they really get a raise, they still run out of money.
It is clear that the solution here lies not on how big your income is. The amount of your income does not guarantee that you will not run out of money in the middle of the month. The size of your income does not guarantee that you will be able to save. The key here is not how much money you make, but how you manage your income so that it can be stretched in a one-month period.
There is no fixed way on the right method to manage your finance. However, based from experiences, there are several things that can help you manage your finance well each month:
1. Plan your income and outcome every month.
2. Carry out the plan strictly.
3. Have reserved fund.
4. Join insurance plan.In the next number, we will discuss each of the approaches